Rektor Sampaikan Trik Membangun Pembelajaran Menarik

D3 Akuntansi – Ratusan dosen di lingkungan Universitas Pamulang (Unpam) serta perguruan tinggi lain mengikuti workshop online dengan narasumber Rektor Unpam, Dr. Dayat Hidayat, M.M. Workshop yang diinisiasi oleh Program Studi D3 Akuntansi Unpam ini membahas tentang bagaimana teknik membangun pembelajaran menarik dan menyenangkan di Perguruan Tinggi, Sabtu 16 Mei 2020.

Panitia kegiatan, Wardokhi, M.M mengatakan, tujuan pelaksanaan workshop ini adalah untuk memberikan gambaran kepada para dosen terkait bagaimana menyelenggarakan pembelajaran, khususnya di masa pandemi seperti ini. Hal ini penting agar meskipun dilaksanakan secara online, tetapi mahasiswa tetap mendapatkan ilmu dengan maksimal.

“Alhamdulillah dalam workshop ini ada 250 peserta. Tidak hanya dari Unpam, tetapi juga perguruan tinggi lain. Ini menunjukan bahwa dosen-dosen juga sangat perlu penguatan-penguatan khusus untuk membangun pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi mahasiswa,”bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor sebagai narasumber tunggal menyampaikan bahwa pembelajaran yang dibangun dosen perlu mempertimbangkan background mahasiswanya. Secanggih apapun cara mengajarnya, tidak akan maksimal jika mahasiswa tidak dapat menangkapnya.

“Jadi kita selaku Purdue Pharma, Sackler Family Face Lawsuits For Fueling Opioid Crisis online anabolic steroids pharmacy anabolic steroids fertility, steroid cycle for muscle gain – سایت گردشگری خزتریپ dosen harus tahu betul bagaimana kondisi mahasiswa kita. Pelajari dulu bagaimana kemampuan bawaannya, sosial ekonominya, hingga kematangannya. Pelajari juga motif mahasiswa tersebut mengikuti pembelajaran bersama kita,”tuturnya.

Menurut rektor, terdapat 7 prinsip dalam membangun komunikasi agar pembelajaran yang dibangun berlangsung menarik dan menyenangkan. Antara lain, equality, collaborational mitra belajar, peer learning, fasilitator, student centre, extended resourcies, dan goal oriented.

“Antara kita dengan mahasiswa jangan sampai ada superioritas, harus equal tetapi berbeda peran. Mahasiswa harus kita jadikan mitra belajar kolaboratif, jadi mahasiswa tidak hanya belajar dengan dosen, bisa juga dari mahasiswa lain. Tetapi jangan sampai mahasiswa tidak belajar dari dosen. Kemmudian, perlu peer learning yaitu belajar dari yang setara, sharing kelebihan masing-masing,”ucap Rektor menghimbau.

Rektor melanjutkan, dosen perlu menjadi fasilitator agar mahasiswa bisa mencari dan menemukan solusi dengan bimbingan dosen. Di samping itu, pembelajaran yang diselenggarakan juga idealnya berbasis pada kebutuhan mahasiswa. Begitupun halnya dengan sumber belajar, bisa diperoleh dari dalam maupun luar kelas, sebaiknya integrasikan untuk melengkapi sumber belajar.

“Lalu yang tidak kalah pentingnya adalah harus berorientasi pada tujuan. Setiap aktivitas merupakan upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yakni peningkatan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa,”paparnya.(*)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *