Mahasiswa Diajak Menjadi Pengusaha Muda

D3 Akuntansi – Program Studi D3 Akuntansi Universitas Pamulang nampaknya mengerti betul kebutuhan mahasiswa. Selain membekali mahasiswa dengan kompetensi akuntansi agar menjadi akuntan-akuntan yang handal dan profesional, D3 Akuntansi juga membekali mahasiswanya dengan wawasan kewirausahaan melalui seminar yang bekerjasama dengan Pegadaian, belum lama ini.

Narasumber seminar ini ialah Rektor Universitas Pamulang, Dr. H Dayat Hidayat, MM, Kepala Cabang Pegadaian, Ir Nuril Islamiah, serta Isdiyanto, Agus Subangkit, dan Dedik Supardiono selaku Pengusaha. Seminar yang terselenggara di Aula Unpam kampus utama ini diikuti oleh sekitar 500 mahasiswa D3 Akuntansi. Mereka nampak serius mendengarkan paparan para narasumber.

Kaprodi D3 Akuntansi, Iin Rosini, SE, M.Si mengatakan, persaingan dunia kerja semakin berat, oleh karenanya diperlukan alternatif-alternatif lain. Salah satu yang paling konkret adalah dengan berwirausaha. Tidak sedikit lulusan yang malah lebih sukses menjadi wirausaha, dengan memanfaatkan ilmunya dalam bidang akuntansi.

“Jadi kalau lulusan akuntansi berwirausaha, Insya Allah akan sukses. Kenapa, karena mereka sudah punya basik ekonomi yang baik, bagaimana caranya mencatat setiap transaksi bisnis sehingga mereka akan mampu menyusun strategi agar usahanya mendapatkan laba. Maka, seminar kewirausahaan ini sangat penting,”bebernya.

Menurut salah satu narasumber, Agus Subangkit, berwirausaha adalah tentang kemauan, keberanian, dan nyali. Keterampilan atau seni berdagang akan tumbuh dengan sendirinya apabila sudah terjun berwirausaha. Modal pun demikian, akan datang dengan sendirinya. Jadi jangan terlalu terpaku dengan modal.

“Nih saya kasih tahu, dahulu ketika saya mulai berwirausaha di usia muda, saya tidak punya modal sama sekali. Yang saya punya saat itu hanyalah keberanian, berani untuk membujuk teman-teman saya membeli produk orang yang saya pasarkan,”ucapnya di depan ratusan mahasiswanya.

Menurut Agus, mahasiswa harus memulai usahannya saat ini juga. Bahkan jika tidak punya modal sekalipun, tetap bisa berwirausaha. Sebab, sekarang itu sudah zamannya media sosial, gunakan media sosial untuk berjualan.

“Kalau anda tidak punya modal, anda pergi ke tanah abang. Anda bilang baik-baik ke pedagang kerudung di sana, Pak boleh gak  saya bawa kerudungnya buat dijual, nanti saya bayarnya seminggu sekali. Nah pertama-tama anda pasti akan dianggap stres, tapi terus saja datang, yang ke-10 kalinya nanti diberi juga,”bebernya.

Agus meneruskan, dirinya menantang seluruh mahasiswa D3 Akuntansi untuk mulai berwirausaha. Bagaimanapun caranya, rasa hobi akan berwirausaha itu harus dibangun sejak dini.(*)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *