D3 Akuntansi Kejar Publikasi Scopus

D3 Akuntansi – Sebagai upaya mengakselerasi publikasi artikel ilmiah dosen dalam jurnal terindeks Scopus, Program Studi D3 Akuntansi menghelat Forum Group Discussion (FGD) online, Selasa 28 April 2020. FGD dengan tema ‘Kiat Khusus Publikasi Artikel Jurnal Scopus dan Sinta 2’ ini menghadirkan Dr. Amrie Firmansyah, M.Ak sebagai narasumber.

Dipilihnya Amrie sebagai narasumber bukan tanpa alasan. Dosen Politeknik Negeri STAN ini merupakan first author in afiliation yang hingga sekarang telah mempublikasikan 14 artikel dalam jurnal terindeks Scopus dan 11 artikel dalam jurnal terakreditasi Sinta 2. Tak ayal, saat fampletnya disebarkan, antusiasme para dosen tergolong sangat besar untuk mengikuti FGD ini.

“Total ada 68 peserta FGD ini. Kenapa judulnya FGD, karena awalnya hanya untuk dosen-dosen D3 Akuntansi saja. Tetapi karena LPPM Unpam tengah memacu para dosen untuk publikasi Scopus, maka kami juga ikut sertakan dosen-dosen Prodi lain,”ucap Ketua Program Studi D3 Akuntansi, Dr. Iin Rosini, S.E., M.Si dalam sambutannya.

Menurut Iin, acara ini bertujuan untuk ikut serta mendukung LPPM dalam meningkatkan kinerja penelitian dan publikasi Unpam. Di samping itu tentu saja, pihaknya menginginkan agar dosen-dosen D3 Akuntansi juga meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi artikelnya dalam jurnal-jurnal bereputasi tinggi.

“Khususnya untuk dosen-dosen D3 Akuntansi, mari kita lebih produktif mempublikasikan penelitian. Minimalnya bisa publikasi di jurnal Sinta 2, sambil kita susun strategi agar bisa masuk Scopus. Alhamdulillah LPPM dan Yayasan mendukung penuh dari sisi pembiayaannya,”ujarnya.

Sementara itu, Amrie menyampaikan bahwa untuk publikasi ke Scopus sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Beberapa triknya antara lain, kenali kesesuaian scope jurnal yang dituju dengan pembahasan artikel yang akan dipublikasikan, judulnya harus menarik, ringkas, dan membuat penasaran. Di samping itu, objek yang ditulis jangan terlalu ‘lokal’, melainkan perlu mempertimbangkan impact secara internasionalnya.

“Dalam pemilihan objek penelitian, kita juga harus memberikan penjelasan mengenai kenapa memilih objek tersebut. Alasannya harus jelas dan logis. Kemudian, setiap kutipan upayakan menggunakan mendeley, zotero, atau endnote. Pemilihan topik harus mengangkat hal-hal baru atau akan menjadi tren di masa yang akan datang,”bebernya.

Menurut Amrie, isi artikel yang akan dipublikasi juga harus tajam menguraikan masalah, metode, dan hasilnya dengan menghindari ambiguitas. Tidak direkomendasikan membahas kasus yang terlalu umum atau sering ditulis peneliti lain. Artinya, artikel yang ditulis harus memiliki novelty yang jelas. Diperlukan juga mengutip beberapa artikel dari jurnal yang dituju, serta mengikuti author guidance,

“Yang sangat penting juga, harus menggunakan bahasa inggris akademis dengan kesalahan yang sangat minimal. Kalau bapak/ibu dosen masih terkendala atas bahasa, gunakan aplikasi yang membantu translating berdasarkan grammer yang baik dan benar. Bisa menggunakan grammarly premium,”ungkapnya.(*)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *