Ratusan Mahasiswa D3 Akuntansi Ikuti Seminar Mengelola Stres

mengelola strews

D3 Akuntansi – Ratusan mahasiswa D3 Akuntansi mengikuti seminar online pengelolaan stres bersama psikolog, Derita Qurbani, S.Psi., M.M belum lama ini. Seminar yang digelar secara online ini tergolong sudah sangat ditunggu-tunggu karena tingginya tingkat stres yang dialami mahasiswa di masa pandemi.

Panitia kegiatan, Indah Pertiwi, M.Pd mengatakan, semasa pandemi ini tidak sedikit mahasiswa yang merasa kesulitan mengikuti pembelajaran berbasis online karena banyaknya tugas yang diberikan. Belum lagi, bagi mahasiswa yang sudah bekerja tentu harus menyesuaikan antara pengerjaan tugas belajar dengan pekerjaannya. Kondisi ini membuat mahasiswa rawan dilanda stres.

“Mengelola stres itu sangat penting bagi mahasiswa. Bahkan, dalam sebagian penelitian terbukti pengelolaan stres yang baik memicu meningkatnya prestasi belajar mahasiswa,”ucapnya.

Ketua Program Studi D3 Akuntansi, Dr. Iin Rosini, S.E., M.Si mengatakan, bukan hanya orang dewasa saja yang bisa stres, mahasiswa juga sangat mungkin bisa. Bahkan setiap orang juga pasti mengalami stres, sehingga kemampuan mengelola stres itu sangat penting.

“Kalau stres, butuh penyegaran, utamanya secara rohani dan psikologis. Dekatkan diri kepada Allah agar stres dapat segera pergi,”ucapnya.

Sementara, narasumber kegiatan Derita Qurbani mengatakan, beragam tugas perkuliahan yang didapatkan mahasiswa merupakan suatu keniscayaan pembelajaran. Dari tugas-tugas tersebut, mahasiswa juga akan belajar banyak hal, karena mentalnya akan terlatih untuk menghadapi berbagai permasalah dan tekanan. Waktu pengerjaan tugasnya perlu dikelola, istilah sederhananya dicicil, agar tidak berujung stres ketika deadline waktunya sudah dekat.

“Ada orang yang ketika stres menjadi down,, tetapi tidak sedikit orang yang ketika stres malah produktif menghasilkan beragam karya. Orang yang meskipun stres tetap dapat produktif inilah yang relatif mampu mengelola stresnya. Jangan jadikan stres sebagai alasan kita tidak bisa berkarya karena pada kenyataannya, stres justru dapat menjadi pemicu kita untuk terus berkarya,”tuturnya.(*)