Unpam Segera Miliki Lembaga Sertifikasi Profesi

lsp

D3 Akuntansi – Sebagai upaya memastikan kompetensi lulusan, Universitas Pamulang (Unpam) berupaya mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Hingga saat ini, proses pendirian LSP Unpam sudah pada proses apresiasi dan verifikasi, hanya tinggal menunggu pelatihan calon asessor dan pemberian izin oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) saja.

Tahapan awal pendirian LSP dimulai dengan penunjukan Kaprodi D3 Akuntansi Unpam, Iin Rosini, SE, M.Si oleh Ketua Yayasan Sasmita Dr (HC) H Darsono untuk mengupayakan LSP. Pada saat itu, Iin kemudian membentuk tim pendirian LSP untuk berkonsultasi langsung dengan BNSP serta studi banding ke Perguruan Tinggi yang sudah memiliki LSP. Dari hasil studi banding tersebut, muncul masukan agar Unpam bekerjasama dengan PT HRD Indonesia.

Setelah Unpam menandatangani MoU bersama PT HRD Indonesia, selanjutnya ditempuh langkah-langkah pendirian LSP yang terdiri dari Bimbingan Teknis, pengumpulan dan pengajuan berkas, hingga apresiasi dan verifikasi oleh BNSP. Adapun kegiatan apresiasi dan verifikasi tersebut, dilaksanakan pada Jumat, 14 September 2018 di kantor LSP Unpam, lantai 6 Kampus Viktor.

Anggota BNSP yang hadir dalam apresiasi dan verifikasi yaitu, Sugiyanto, Phd beserta timnya. Sugiyanto disambut hangat oleh Ketua Yayasan, bersama Rektor Unpam, Dr. Dayat Hidayat, MM, Wakil Rektor 2, Dr Subarto, M.Pd, beserta jajaran rektorat Unpam lainnya.

“Biaya kuliah mahasiswa di kita (Unpam) itu hanya sekitar 1,2 juta rupiah per-semester Pak. Tapi Alhamdulillah kita bisa membangun seperti ini,”kata Ketua Yayasan Sasmita kepada Anggota BNSP, Sugiyanto.

Meski demikian kata Darsono, pihaknya akan terus berupaya untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja. Oleh karena itu, pihaknya menginginkan adanya LSP Unpam agar kompetensi lulusan dapat terjamin dan diakui oleh negara dengan bukti otentik berupa sertifikat.

“Kita itu tujuannya untuk membantu masyarakat, khususnya yang berkemampuan ekonomi rendah agar bisa kuliah dan menjadi pintar sehingga bisa memperbaiki kehidupan sosialnya,”tuturnya.

Di tempat yang sama, Rektor Unpam mengatakan, upaya pendirian LSP Unpam ini adalah bagian dari manajemen penyelenggaraan Perguruan Tinggi berkualitas secara berkelanjutan. Hingga saat ini, jumlah mahasiswa Unpam berada pada kisaran angka 80 ribu mahasiswa, sehingga apabila mereka berhasil menjadi sumber daya manusia yang kompeten, tentu dapat menjadi salah satu faktor peningkatan daya saing negara.

“Secara kuantitas Alhamdulillah kami sudah menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Maka dari itu, kami sedang terus bergerak ke arah kualitas Pak,”ucap Rektor kepada Anggota BNSP beserta timnya.

Mendengar statement dari Ketua Yayasan dan Rektor, Anggota BNSP Sugiyanto memberikan apresiasi. Selain kagum, ia mengaku cukup kaget karena di Pamulang ini ada Perguruan Tinggi murah tapi tidak murahan. Terbukti dengan adanya fasilitas, serta sarana prasarana yang sangat baik.

“Kaget saya, terus terang saja. Dengan biaya murah, Unpam bisa membangun sebesar ini. Kalau menurut saya, gedung Unpam ini sudah mengalahkan kampus-kampus negeri. Terimakasih Pak Darsono, Pak Rektor, dan jajarannya. Tujuan kita bersama adalah memastikan SDM Indonesia benar-benar berkualitas,”ungkapnya.

Setelah acara sambutan, selanjutnya dilakukan presentasi oleh Tim LSP Unpam mengenai penjabaran skema-skema uji kompetensi apa saja yang akan diselenggarakan LSP Unpam. Dalam hal ini, Sugiyanto melakukan verifikasi atas rencana pelaksanaan skema tersebut serta memberikan masukan-masukan yang konstruktif.

Secara terpisah, Ketua Tim Pendirian LSP Unpam, Iin Rosini mengatakan, langkah selanjutnya dalam pendirian LSP ini adalah pelatihan calon Asessor kompetensi. Sebab, lisensi tidak dapat diturunkan BNSP apabila LSP Unpam belum memiliki asessor yang memadai.

“Rencananya kita akan menyiapkan sekitar 70-an dosen Unpam untuk menjadi asessor untuk sebanyak 16 skema uji kompetensi. Setelah pelatihan asessor, mudah-mudahan lisensi BNSP dapat segera turun,”harapnya.(*)